Jumat, 20 Februari 2009

Kantong Plastik Mengancam Dunia*


Diperkirakan, 500 juta sampai satu milyar kantong plastic dikonsumsi di seluruh dunia setiap tahunnya. Jika plastic-plastik tersebut dibentangkan, dapat membungkus permukaan bumi setidaknya hingga 10 kali lipat. Wow!


 

Oleh: Diah Ayu Purnamasari

Kantong plastic atau biasa disebut kresek, tidak kita sadari, menjadi salah satu bagian dari kehidupan kita sehari-hari. Setiap kita belanja, baik di pasar tradisional maupun di pasar swalayan, kita sering diberi kantong plastik untuk membawa barang-barang belanjaan. Setelah sampai di rumah, kantong plastik ini tidak diperlukan lagi, lalu dibuang menjadi sampah. Nah inilah yang menjadi masalah, sebab sampah kantong plastik sukar mengurai.

Memang, kantong plastik bekas sebagian akan terurai dalam bentuk karbonoksida, air dan kompos dalam waktu satu atau dua bulan. Namun perlu diingat bahwa kandungan kimia dalam kantong plastik juga dapat menyebabkan keracunan. Salah satu yang paling berbahaya adalah tinta kantong plastik. Sayangnya dampak negatif kantong plastik ini tidak disadari masyarakat atau bahkan tidak dihiraukan sama sekali.

Pada umumnya, warga kota Jakarta menangani sampah dengan membuangnya sembarangan, membakarnya, menimbunnya ke dalam tanah atau membuangnya ke sungai. Salah satu jenis sampah yang banyak dibuang adalah kantong plastik/kresek yang sukar mengurai. Plastik-plastik ini berserakan dan menumpuk di mana-mana, memenuhi aliran sungai dan menyumbat saluran drainase mengakibatkan banjir.

Anggota Dewan Pakar, Dewan Pemerhati Kehutanan dan Lingkungan Tatar Sunda (DPKLTS), Supardiyono Sobirin, mengemukakan data statistik sampah Bandung yang mencengangkan. Sobirin mengatakan, tiap hari kota Bandung menghasilkan 6.000 m3 sampah. Sebanyak 65%-nya merupakan sampah organik, sisanya non organik dan 5% dari sampah non organik merupakan sampah kantong plastik. Berat total sampahnya setara 100 ekor gajah dan plastiknya bisa menutupi 50 lapangan sepak bola.

Pernyataan di atas diperkuat Dosen Program Studi Teknik Lingkungan ITB, M.Chairul. Menilik dari kejadian longsor di Leuwi Gajah tahun 2005, sampah yang longsor didoninasi oleh sampah plastik. Dari sisa longsor isinya juga didominasi olah sampah plastik. Bukti nyata, bahwa sampah sejak 30 tahun sudah didominasi sampah plastik, khususnya kantong plastik atau kresek.

Menurut situs Departemen Pekerjaan Umum (DPU) dalam satu tahun Indonesia menghasilkan kira-kira 40.000 ton sampah plastic. Jadi, bayangkan saja kapan berton-ton sampah kantong plastik akan terurai tanah, padahal belum terurai sudah numpuk kembali sampah baru.

Diperkirakan, bahwa 500 juta sampai satu milyar kantong plastik/kresek dikonsumsi di seluruh dunia setiap tahunnya. Ini berarti dalam satu menit dapat mencapai satu juta kantong plastik. Jika plastik-plastik ini dibentangkan dapat membungkus pemukaan bumi setidaknya hingga 10 kali lipat. Wooow!!!


 

Jalan keluarnya? Kurangi kresek, ganti dengan kantong kertas.


 

  • Cuplikan dari Skripsi Pengantar Tugas Akhir DKV (2009), FSRD Trisakti, dengan judul "Peranan DKV dalam Kampanye Mengurangi Penggunaan Kantong Plastik"
  • Judul di atas & edit oleh: Simpay
  • Gambar: Rancangan poster oleh Diah A. Purnamasari (091.04.218)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar