Minggu, 17 Mei 2009

Papan Reklame

Semrawut
Di kota-kota besar pada umumnya, khususnya kota Jakarta, di setiap sudut kota, terutama di tepi jalan-jalan besar, penuh dijejali papan-papan reklame, ballyhoo (papan reklame raksasa), billboard berbagai ukuran, poster, spaduk dan umbul-umbul.
Kalau kita amati, kata Koran Republika (Jum'at 15 Mei), wajah ibu kota kita ini makin sesak dengan papan reklame. Beberapa ukurannya anat besar sehingga menutup jalan masuk cahaya mentari pagi. Layaknya sebuah kota besar, papan-papan reklame tersebut memang sebuah keniscayaan untuk menambah pundi-pundi daerah. Bahkan mungkin bisa menjadi cirri khas dan daya tarik sebuah kota metropolitan. Tapi, bila dipasang semrawut tanpa mengenal tempt, tentu kebablasan namanya.
Keadaan papan reklame di pinggir jalan yang tidak ditata dengan baik, dengan tidak memperhatikan lingkungan, dapat menimbulkan masalah. Tidak saja mengganggu pemandangan serta menghalangi masuknya cahaya matahari pagi tapi juga bisa menimbulkan malapetaka. Terutama bila ambruk di badan jalan diterjang angin kencang.
Sebagai contoh, akibat dihantam angin kencang, tanggal 28 Novenber 2008, papan reklame di depan Cilandak Town Square dan RS.Fatmawati, Jakarta Selatan, roboh ke badan jalan.
Sebulan kemudian, pada 18 Desember 2008, papan reklame di depan Taman Mini Square, Jakarta Timur, juga tumbang. Tahun 2009, tercatat papan reklame Partai Demokrat di jalan Asia Afrika, Jakarta Selatan, ambruk tanggal 14 Februari, diterjang angin kencang. Bayangkan, kalau papan reklame raksasa rangka besi tersebut tumbang menimpa orang, bangunan atau kendaraan, tentu menimbulkan kerugian besar.


Diganti LCD


Karena keadaan pemasangan papan reklame yang nampaknya sulit dikontrol ini, Pemprof DKI mempunyai ide akan mengganti papan reklame di tepi jalan dengan media layar kaca datar atau liquid crystal display (LCD), Tujuannya selain menata agar wajah kota tidak semrawut, juga untuk meminimalisasi bahaya papan reklame yang sering roboh diterpa angin kencang. Rencananya LCD ini dipadang di gedung tinggi di pinggir jalan.
Penggantian papan reklame ke LCD ini masih dikaji para ahli tata ruang ITB. Kajian diarahkan pada efektivitas penggantian reklame dengan LCD yang akan ditempel di gedung-gedung pinggir jalan. Sementara itu gedung-gedung yang ada sekarang tidak didisain untuk ditempeli LCD. Selain berkaitan dengan estetika juga berhubungan engan konstuksi bangunan.
Di samping itu, kudu dipikirkan juga pengaruhnya terhadap pengendara kendaraan, karena layar LCD yang menampilkan gambar bergerak dan berganti-ganti akan menarik perhatian dan bisa mengganggu konsentrasi. Kalau dipasang di depan pandangan pengemudi masih lumayan, tapi kalau dipasang di gedung di samping jalan? Pengemudi akan melirik ke samping, bisa gawat.

_________________________________________
Foto : Billboard sumber www.mrc.org/ . LCD sumber www.skyscrapercity.com/











Tidak ada komentar:

Poskan Komentar